Kalau kita mau mengingat nasihat ' Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah tentang anak- anak kita, tentang betapa mereka lahir untuk zaman yang akan datang dan bukan zaman saat kita menepuk dada hari ini, terasa betul bahwa kita harus membangun visi hidup mereka.
Pengorbanan para ibu yang harus mengandung selama sembilan bulan disertai dengan beban berat sejak awal kehamilan - mulai mual, muntah- muntah, punggung sakit, dan seterusx- hingga saat melahirkan, harus kita tebus dengan pendidikan yang sebaik- baikx.
Maka, anak- anak yang terlahir itu harus kita antarkan menuju masa depan untuk memberi bobot kepada bumi dengan kalimat la ilaha illalah. ia menjadikan shalatx, ibdah dan perbuatanya, hidupnya dan matinya untuk Allah Tuhan Seru Sekalian Alam.
Semoga kelak Allah perjalankan dia sebagai ahli sujud (as-sajjad) yang menyujudkan keningnya, menyujudkan dirinya, menyujudkan pikirannya, menyujudkan hatinya, menyujudkan hidupnya, menyujudkan kariernya, dan menyujudkan harta bendanya kepada Allah ' Azza wa Jalla. itu pula sebabnya, anak saya yang ketiga saya beri nama Muhammad Hibatillah Hasanin.
Saya berharap dengan sungguh- sungguh agar dia memiliki kecerdasan, kedermawanan, sikap zuhud, dan kesediaan memperjuangkan agama ini sepenuh hati sekuat hati. kalau dia memiliki kecerdasan yang menakjubkan dalam ilmu pengetahuan, teknologi atau apa pun yang baik, dia akan gunakan untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi.
Tidak setiap yang berdiri di mimbar untuk berbicara tentang kebenaran din Al- Islam yang haqq adalah penolong agama, tetapi yang ia cari adalah dunia atau nama besar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar