Rabu, 02 Desember 2009

Aku Tidak Bercita- Cita Menjadi Ibu Bekerja

  • Senin pagi, aku harus terbang dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menuju yogyakarta untuk bertemu dengan beberapa relasi pada siang dan malam hari.
  • Sungguh sebuah pengalaman yang sangat mendebarkan, karena aku bisa melihat langsung dari tempat dudukku, bagaimana pilot mengemudikan pesawat kecil ini dan berkomunikasi dengan co- pilot.
  • Cita-citaku ketika lulus kuliah adalah menjadi ibu ruah tangga - seperti ibuku : beliau sangat terampil memasak dan mencoba resep - resep baru yang lezat serta menyehatkan, menjahitkan baju yang bagus-bagus untukku dan saudara- saudaraku, dan yang terpenting , senantiasa ada di rumah ketika keluarga membutuhkan.
  • Bayanganku tentang romantisme berumah tangga adalah menjadi istri serta ibu yang sempurna: pandai mengurus suami, terampil memasak dan mengurus rumah, serta berhasil mengasuh anak- anak menjadi anak- anak yang pintar dan baik budi pekertinya.
  • Aku mengucap " Allahu Akbar'' berkali- kali sambil memandang daratan yang tampak begitu jelas dari atas ketinggian ini.
  • Setelah berkarier beberapa tahun di penerbitan, kemuadian suamiku malah menghadiahkan beasiswa untukku melanjutkan sekolah ke jenjang master di luar indonesia, dengan membawa serta anak- anak agar mereka juga mendapatkan pengalaman baru.
  • Doa yang kupanjatkan dahulu memohon suami yang baik sepertinya malah mengiringku menjalani karier yang kujalani saat ini. kita bisa bercita-citan, membuat rencana, dan sebagainya, tapi Allah Swt. jugalah yang berkehendak, karena dia maha tahu dan pemilik segala rahasia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar