Kalau kita mau mengingat nasihat ' Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah tentang anak- anak kita, tentang betapa mereka lahir untuk zaman yang akan datang dan bukan zaman saat kita menepuk dada hari ini, terasa betul bahwa kita harus membangun visi hidup mereka.
Pengorbanan para ibu yang harus mengandung selama sembilan bulan disertai dengan beban berat sejak awal kehamilan - mulai mual, muntah- muntah, punggung sakit, dan seterusx- hingga saat melahirkan, harus kita tebus dengan pendidikan yang sebaik- baikx.
Maka, anak- anak yang terlahir itu harus kita antarkan menuju masa depan untuk memberi bobot kepada bumi dengan kalimat la ilaha illalah. ia menjadikan shalatx, ibdah dan perbuatanya, hidupnya dan matinya untuk Allah Tuhan Seru Sekalian Alam.
Semoga kelak Allah perjalankan dia sebagai ahli sujud (as-sajjad) yang menyujudkan keningnya, menyujudkan dirinya, menyujudkan pikirannya, menyujudkan hatinya, menyujudkan hidupnya, menyujudkan kariernya, dan menyujudkan harta bendanya kepada Allah ' Azza wa Jalla. itu pula sebabnya, anak saya yang ketiga saya beri nama Muhammad Hibatillah Hasanin.
Saya berharap dengan sungguh- sungguh agar dia memiliki kecerdasan, kedermawanan, sikap zuhud, dan kesediaan memperjuangkan agama ini sepenuh hati sekuat hati. kalau dia memiliki kecerdasan yang menakjubkan dalam ilmu pengetahuan, teknologi atau apa pun yang baik, dia akan gunakan untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi.
Tidak setiap yang berdiri di mimbar untuk berbicara tentang kebenaran din Al- Islam yang haqq adalah penolong agama, tetapi yang ia cari adalah dunia atau nama besar.
Senin, 07 Desember 2009
Rabu, 02 Desember 2009
Aku Tidak Bercita- Cita Menjadi Ibu Bekerja
- Senin pagi, aku harus terbang dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menuju yogyakarta untuk bertemu dengan beberapa relasi pada siang dan malam hari.
- Sungguh sebuah pengalaman yang sangat mendebarkan, karena aku bisa melihat langsung dari tempat dudukku, bagaimana pilot mengemudikan pesawat kecil ini dan berkomunikasi dengan co- pilot.
- Cita-citaku ketika lulus kuliah adalah menjadi ibu ruah tangga - seperti ibuku : beliau sangat terampil memasak dan mencoba resep - resep baru yang lezat serta menyehatkan, menjahitkan baju yang bagus-bagus untukku dan saudara- saudaraku, dan yang terpenting , senantiasa ada di rumah ketika keluarga membutuhkan.
- Bayanganku tentang romantisme berumah tangga adalah menjadi istri serta ibu yang sempurna: pandai mengurus suami, terampil memasak dan mengurus rumah, serta berhasil mengasuh anak- anak menjadi anak- anak yang pintar dan baik budi pekertinya.
- Aku mengucap " Allahu Akbar'' berkali- kali sambil memandang daratan yang tampak begitu jelas dari atas ketinggian ini.
- Setelah berkarier beberapa tahun di penerbitan, kemuadian suamiku malah menghadiahkan beasiswa untukku melanjutkan sekolah ke jenjang master di luar indonesia, dengan membawa serta anak- anak agar mereka juga mendapatkan pengalaman baru.
- Doa yang kupanjatkan dahulu memohon suami yang baik sepertinya malah mengiringku menjalani karier yang kujalani saat ini. kita bisa bercita-citan, membuat rencana, dan sebagainya, tapi Allah Swt. jugalah yang berkehendak, karena dia maha tahu dan pemilik segala rahasia.
Legislatif
Dalam bayanganku, rumahku akan berada di pojok, jauh masuk ke dalam komplek, teryata ketika aku melihat peta rumah dinas, Kav. 59 berada di samping post satpam, di seberang mesjid, rumah pertama dari gerbang, hanya beberapa langkah saja ke jalan raya.
Aku bertanya pada Ros,sahabatku: '' Suka ada pendemo, yang datang ke komplek anggota dewan?" Ros menjawab dengan mantap: " Oh, tentu !" Aku agak tersentak kaget, dan kembali bertanya: " Sering nggak?". " Yap, hampir tiap hari!" Ros menjawab dengan tenangnta. Senyumku pun mengembang ... bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Barang siapa mengerjakan amal shaleh, baik laki- laki atau perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Selasa, 24 Februari 2009
kta cinta
- Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan. - Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. [.
Langganan:
Postingan (Atom)
